MEMBANGUN MIMPI SISWA SD MELALUI PENGENALAN KARAKTER DAN PROFESI

Assalamualaikum wr.wb,

Salah satu cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tertuang dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Tiga kata tersebut memiliki makna yang mendasar. Cerdas berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata. Di samping itu, cerdas juga bermakna kreatif dan inovatif. Pendidikan merupakan salah satu bentuk nyata dari kegiatan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Suatu bentuk pembelajaran di mana pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan terdapat di dalamnya.

Pendidikan memainkan peran besar dalam pengembangan suatu negara di setiap bidang seperti dampak globalisasi. Bicara mengenai pendidikan, yang merupakan tugas setiap orang yang terdidik, kental kaitannya dengan profesi seseorang. Tidak menutup fakta, bahwa masyarakat memilih pendidikan untuk selanjutnya mencari pekerjaan. Padahal sering pula tugas-tugas dalam profesi yang dijalani seseorang tidak berkaitan dengan pendidikannya. Namun saat ini, anak-anak kadang tidak memiliki figur atau cita-cita apa yang akan mereka pilih untuk mereka perjuangkan hingga dewasa nanti.

Kelas Inspirasi bukan kegiatan baru untuk saya…. Saya mengikuti Kelas Inspirasi Semarang #1 sebagai bagian dari kepanitiaan, di Kelas Inpirasi Semarang #2 saya mencoba ikut serta sebagai bagian dari relawan pengajar…berhenti sejenak membuat saya kembali rindu….di Kelas Inspirasi Semarang #5 kemarin saya ikut kembali, sungguh reuni yang menyenangkan… 😊

Mengikuti kelas Inspirasi adalah turun ke Sekolah Dasar (SD) selama satu hari, untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja juga memberi motivasi untuk meraih cita-cita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan para profesional pengalaman mengunjungi, mengajar, dan berinteraksi selama satu hari di SD, dengan membawa muatan informasi dan inspirasi tentang berbagai profesi. Harapan dari kegiatan ini adalah cerita tentang profesi yang disampaikan akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Selanjutnya para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan      cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar. Interaksi dengan SD diharapkan dapat berkembang, sehingga akan menjadi lebih banyak gagasan dan kegiatan yang melibatkan kontribusi kaum profesional.

Pengalaman mengajar dan tanpa disadari juga pengalaman belajar dari para siswa sekolah dasar merupakan bentuk kontribusi serta pengorbanan yang nyata terhadap perbaikan masa depan bangsa, terbangunnya sensitivitas terhadap realita kualitas pendidikan yang kontras dengan kemajuan kota besar, dan menunaikan janji kemerdekaan, serta berkembang luas pula wawasan, terbangunnya inspirasi dan motivasi para siswa akan pilihan profesi yang dapat dijadikan sebagai cita-cita.
Akhirulkalam, saya Dian Tri Wiyanti, saya siap menjadi bagian dari Kelas Inspirasi berikutnya…. 😊

Wassalamualaikum wr.wb.

Penulis : Dian Tri Wiyanti – Dosen
(MI Infarul Ghoy 2 – Kelas Inspirasi Semarang #5, SD PL Servatius Gunung Brintik – Kelas Inspirasi Semarang #2, Fasilitator SD Islam Taqwiyatul Wathon – Kelas Inspirasi Semarang #1)

Hujan Di Awal September

Kelas Inpirasi Semarang #5 merupakan moment yang saya tunggu setahun terakhir ini. Sempat telat mendaftar di KIS# 4 sebagai relawan pengajar akhirnya saya memutuskan menjadi Panlok pupuk bawang di KIS#5. Walaupun diawal pendaftaran pesimis takut tidak diterima, karena disaat bebarengan saya juga menjadi Panlok KIG #2. Ini bukan karena saya sibuk ya,, tapi saya sengaja menyibukkan diri.

Saya termasuk anggota yang jarang ikut meet-up , dari meet-up perdana, sampai malam keakraban (ini yang paling menyesalkan ga ikutan makrab). Terkadang ada perasaan sungkan karena jarang nongol sayabukanhantu, tapi saya tetap berkeliaran di WAG, biar teman-teman tau saya sebenarnya menyimak. Selama menjadi Panlok saya ikut tim divisi sosisalisasi, Divisi yang ngejaring relawan-relawan, divisi yang suka promosi dan tentunya divisi yang menjadi tulang punggung alias cari donasi. Ada satu moment yang paling saya sukai selama menjadi Panlok yaitu NGAWUL BARENG, hahahaha

Ngawul itu mengajarkan saya cara bertahan hidup ditengah kerumunan Bu ibu  yang lumayan anarki. Banyak hikmah yang bisa saya petik dari Ngawul. Ini trik saya saat ikutan ngawul :

  1. trik menilai ibu-ibu yang ilmu menawarnya super dasyat dan khatam. Nih ya misal ada bu ibu nawarnya agak ragu, terus nge-gertak buat pergi saran saya biarin aja dia pergi jangan turunin harga, Gak lama dia bakal balik lagi (ini beberapa kali saya praktekin dan berhasil). Bukan sombong tapi saya juga lebih bisa ngeyel dari bu ibunya Kebahagiaan hakiki saya selama ngawul adalah ketika bisa mendapat harga tertinggi dari yang ditawarkan, karena saya jarang mau dinego tapi trik ini kurang kuat apabila teman ngawul kalian berhati malaikat. Maksudnya gimana nih, saya pernah dibanding-bandingin sama teman ngawul saya, jadi pas bu ibu nawar gitu ehhhh di akhir transaksi dia bilang  “Loh sama embaknya yang itu dapat harga segini kok”. Nah itu jadi kelemahan saya selama transaksi berlangsung.
  2. Trik saya yang kedua adalah ketika bu ibu sudah hitung-hitungan harga sama saya, saya rayu biar lekas nge-bayar karena kalo udah bayar satu nyawa saya serasa kembali.
  3. Trik yang ketiga adalah ketika transaksi berlangsung silahkan gunakan masker sebagai penutup wajah atau lebih tepatnya buat nutupin identitas, biar bu ibunya ga hapal sama kalian.
  4. Trik ke-empat sebelum ngawul dimulai sebaiknya kalian sarapan, jangan mengandalkan harapan ya… Sarapan itu penting, tawar-menawar ini membutuhkan banyak energi euyy.
  5. Trik yang terakhir adalah tetap stay cool dalam arti kalem aja mah, duduk aja anteng dipojokkan karena bu ibu akan nyamperin kalian, mereka akan mengira kalian pendiam sehingga mudah ditawar,, maaf maaf nih ya bu, saya bukan cewek sembarangan jadi jangan nawar-nawar ga jelas.

Trik-trik tersebut bisa lhooo buat bahan acuan…. 😀

Pengumuman relawan akhirnya tiba, dengan sasaran 20 SD/MI sebagai zona inspiasi, kami para fasil dibagi rata yang mana setiap Sd mendapat 3-4 orang fasil. Ini agak menyeramkan buat saya, bukan karena jumlah fasilnya tetapi waktu yang diberi panitia dari mulai perkenalan sampai dengan hari H adalah sekitar 12 hari. Mantepp euyy.. ini mah namanya marathon. Kebayang kan betapa besarnya hal ini menjadi salah satu faktor stressor kedua setelah lupa sarapan. Saya sekelompok dengan susi, ulum dan anna. Saya beruntung mendapat mereka karena walaupun sibuk mereka tetap bisa diajak diskusi dan mereka setidaknya pernah memiliki pengalaman sebagai seorang fasil.

Saya mendapat kelompok 12, kelompok MI tarbiyatus Shibyan yang terletak di daerah Tlogomulyo. Sekolah yang berjumlah 187 siswa dengan 7 rombongan belajar ini walaupun dengan segala keterbatasannya tetapi pengajar disana semangatnya membara sekali. Kelompok 12 mendapat relawan pengajar sebanyak 15 pengajar, 4 relawan FG dan 1 relawan VG. Oh ya.. setiap hari di WAG Panlok fasil wajib mengisi daftar ketidakhadiran relawan, disini nih saya agak bingung karena sampai H-4 hari relawan saya masih utuh 14 orang, yang berarti 7 relawan mengajar, sisanya istirahat. Okelah masih bisa ke handle untuk masalah jadwal.

Diskusi pertama kurang beruntung karena beberapa relawan sibuk dan fasilnya juga lupa ga ada yang ngingetin, okelah masih ada hari selanjutnya padahal itu sudah H-8 hari. Dimalam selanjutnya diskusi kedua kembali dibuka dengan tema pemilihan panitia, dan tahukah kalian ini diskusi terlama sepanjang sejarah, kami hampir menghabiskan waktu satu jam hanya untuk menentukan ketua, bendhahara dan sekretaris. Baiklah.. eitss jangan salah, ada yang aku suka banget dari kelompok ini yang mana sesibuk-sibuknya teman-teman relawan mereka tetep bisa saya japri swaktu-waktu buat nanya hal-hal dari yang sepele banget sampai yang urgent banget. Ada lagi satu orang berjasa di hidupku selama KIS#5 berlangsung yaitu om widi. Beliau dengan sabarnya nuntun aku dari kegelapan #apaanSih, bukan bukan beliau sabar banget ndengerin curhatan ku, ngasih nasihat-nasihat buat kelompokku, setidaknya saya terbantu banyak walaupun sekedar via WA.

H-3 yang penuh fenomenal, dimana adalah relawanku mulai berguguran satu persatu, oh tidakkk ini lebih mengerikan dibanding ditinggalin pacar. Disini nih drama KIS# dimulai, dihari-hari terakhir aku mulai membagi tugas dikelompok, dari yang membuat banner, urusan name tagg, perkakas sampai pemain gitaris pun saya bagi rata penanggung jawabnya. Saya ingat betul ketika H-3 beberapa peralatan saya belum maksimal, om widi berpesan  “snack itu sunnah, name tagg itu sunnah, flash mob itu sunnah, wajibnya hanya mengajar”. Paham kan maksudnya?

Drama kedua yang terjadi mendekati hari-H adalah pas saya nyetakkin piagam cita-cita murid, mesin cetaknya error alias ga bisa nyetak, mungkin kalau boleh direka ulang adegan nih bakalan susah mraktekinnya. Disini perasaan saya kembali diguncang, saya rasanya pengen resign dari KIS#5, serasa seperti kamu udah capek-capek ngetik skripsi tetiba laptop mati sebelum nge-save, nah gitu..

Akhirnya tiba lah Hari Inspirasi, waktu yang saya ingin akhiri dengan segera.

1 september 2018, hari inspirasi mungkin berlalu tetapi hujan di sore itu membuat saya mengerti banyak hal termasuktepukNyamuk, saya terharu karena KIS#5 akhirnya selesai, dan pasti saya akan merindukan semua hal tentang KIS#5. Banyak hal yang terjadi di KIS#5 yang memaksa saya harus belajar, belajar dan belajar. Ada perasaan tak rela ini berlalu, tetapi waktu harus terus berjalan kan?

Berbagi itu menyenangkan, berbagi itu pilihan. Saya menyadari saya tak memiliki apapun untuk saya bagikan selain ilmu, kebahgaiaan, semangat dan kasih sayang. Berbagilah selama kalian hidup karena dengan berbagi jiwa kalian akan perlahan hidup. Berbagilah maka kamu akan menemukan banyak kebahgiaan termasuk teman-teman yang baik, yang dimana ketika bersamanya duniamu terasa kecil sehingga kamu tidak bisa merasa sombong. Dan bersama mereka juga kamu bisa merasa cukup memiliki segalanya.

Salam manis dari saya..

Penulis: Asrey Fatmalasari Putri/Apoteker/Relawan Panitia Kelas Inspirasi Semarang #5

Ekspresi antusiasme anak SD N Penggaron Kidul (Photo By Arief Kuswanadji)

SEDU SEDAN RELAWAN FASILITATOR

Relawan Panita, menjadi bagian yang tidak terpisahkan keberadaannya dalam rangkaian kegiatan Kelas Inspirasi.  Mereka adalah orang-orang yang melakukan persiapan lebih lama dan panjang dari relawan lainnya, dan ini adalah pengalaman pertama saya sebagai relawan panitia sekaligus sebagai fasilitator Kelas Inspirasi Semarang. Awal mula saya mengenal komunitas ini dari seorang teman saya yang sangat menyukai kegiatan sosial. Walaupun saat mendaftar temen saya sudah pulang ke kampung halaman di Papua, tak menyurutkan niat saya untuk mendaftarkan diri karena kecintaan dan kekaguman saya terhadap anak-anak.

Selama kurang lebih 5 bulan bersama para relawan panitia lainnya mempersiapkan hari inspirasi yang di selenggarakan tanggal  1 September 2018 agar hari inspirasi  berjalan dengan lancar dan berkesan. Bertemu orang baru, teman baru atau bahkan keluarga baru. Tak mudah memang membaur dengan mereka yang sudah berpengalaman dalam organisasi ini. Butuh waktu yang cukup lama untuk membangun sebuah chemistry dalam komunitas ini. Tapi yang saya tahu, saya sudah diterima di sini itu artinya sudah siap untuk berkomitmen dan bertanggung jawab atas terselenggaranya hari inspirasi.

Garage Sale Stadion Diponegoro Semarang (Photo By Huda Zada)

 

Saya tersenyum saat menulis artikel ini, mengingat kembali berbagai hal yang telah kami lakukan untuk melakukan semua persiapan hari inspirasi. Mulai dari meet up sore sampai malam, membagi waktu antara bekerja dan berkotribusi dengan mereka, berkendara jauh untuk survey lokasi Sekolah Dasar yang akan menjadi target kami di hari inspirasi, mensosialiasikan kelas inspirasi semarang di CFD (Car Free Day), angkut donasi kesana kemari, sampai bangun pagi buta untuk bisa mengkompulir dana dengan garage sale di stadion diponegoro belum lagi harus panas-panasan dan tawar menawar harga dengan ibu-ibu di sana.

Komunikasi dan koordinasi adalah bagian penting dalam kelancaran Hari Inspirasi. Nah, saat penerimaan relawan mengajar dan dokumentator, kami diwajibkan untuk membuat group chat sebagai alat komunikasi dan koordinasi. Sebagain besar atau bahkan semua anggota dari gorup (kecuali fasilitator) tidak mengenal satu sama lain. Lalu, bagaimana kalau komunikasi dan koordinasi kita dengan orang yang baru dikenal dan hanya via chat? Kebayang ngga susah dan ribetnya bikin mereka ikut terlibat dan bertukar pikiran? Ada yang tau gimana rasanya chat cuma di read dan ngga dikasih feedback? (sakitnya tuh di sini, hahaha) Ngga cukup sampai situ aja, ada hal yang tidak kalah seru dan mendebarkan lainnya sebelum hari inspirasi terlaksana yaitu melihat beberapa relawan pengajar dan dokumentator yang berguguran karena ketidak sesuaian jadwal yang mereka miliki dengan hari inspirasi (bahkan sampai dengan hari H pun masih ada yang berguguran, kebayang ngga tuh? Udah kaya gunung meletus kali ya paniknya).

Ekspresi antusiasme anak SD N Penggaron Kidul (Photo By Arief Kuswanadji)
Ekspresi antusiasme anak SD N Penggaron Kidul (Photo By Arief Kuswanadji)

Tapi terlepas dari semua hal itu (yang disebutin di atas), saya merasa mendapatkan jackpot saat Hari Inspirasi terlaksana dengan lancar (yaaah anggap saja lancar, walaupun sebeneranya masih ada drama dipagi hari. Entah itu property masih perlu finish-ing, lagu yang akan dipakai disaat acara pembukaan belum ada atau relawan mendadak mengundurkan diri dan masih ada hal tak terduga lainnya). Tapi, semua terbayar ketika melihat anak-anak Sekolah Dasar antusias dengan kedatangan kami. Melihat wajah berseri mereka membuat saya dan relawan lainnya tak patah semangat. Mungkin tawa dan senyum mereka yang membuat saya dan relawan lainnya selalu kagum dengan mereka. Senyum yang begitu ikhlas, ekspresi yang begitu alami tanpa dibuat-buat membuat saya dan relawan lainnya merasakan sebuah ketulusan.

 

Ditulis oleh : Danti/Relawan Panitia Kelas Inspirasi Semarang 5

Kesempatan Datang Dua Kali

Ini saya gak lagi typo nulis judul. Saya juga bukan pengagum lagu Kesempatan Kedua-nya Tangga maupun Kali Kedua-nya Raisa saya pengagum lagu Akad-nya Payung Teduh *eaaa,  yang kemudian terinspirasi dan memilih judul ini. Sesungguhnya, judul ini saya pilih karena saya dapat kesempatan kedua untuk ambil peran di Kelas Inspirasi Semarang. Saya selalu percaya kalau kesempatan itu datang berulang, yang membedakan adalah kita sadar atau tidak ketika kesempatan itu datang.

Baca selengkapnya