Dulu, seorang sobat baikku pernah berujar, “Kamu tuh supel banget toh. Hampir semua orang kenal. Nggak heran kalau temenmu banyak.” Dan aku cuma bisa nyengir sambil cengengesan seperti biasa.

Dulu, aku juga pernah berucap, “Aku akan mencari teman dan saudara sebanyak mungkin. Bukan hanya sebatas lingkunganku di sini. Karena aku tak pernah tau takdirku. Siapa tau saat terjadi sesuatu padaku, merekalah orang yang ada di dekatku”

Aku memang tak pernah menikmati aktivitas kampus yang berarti. Ya, aku belajar di kelas yang katanyapilihan alias ekslusif. Kelas yang menuntut mahasiswanya belajar dari jam 7 hingga 5 sore dari hari Senin sampai Jumat. Belum lagi ditambah tugas-tugas yang sangat menumpuk. Kelas yang seharusnya ditempuh setahun, dipangkas menjadi 6 bulan. Weekend menjadi agenda refreshing dan hibernasi berjam-jam dari aktivitas kelas. So, wajar nggak sih kalau sekarang aku kuper dalam organisasi?

Sebagai wujud “balas dendamku” sekarang aku belajar aktif di berbagai komunitas. Mulai dari komunitas nulis, blogger, baca, fotografi, dll. Semua itu aku kembalikan ke niat awal “ingin memperbanyak teman dan saudara”. Ajaib! Terbukti! Sekarang ada komunitas yang begitu aku cintai. Masuk di dalamnya begitu luar biasa. Banyak ilmu, sahabat, teman, saudara, support dan yang pasti terasa “klik”. Bukankah kamu akan betah di sebuah rumah jika merasa nyaman di dalamnya? Bukankah kamu akan senang menjalani apa yang kamu sukai?

Ijinkan aku bercerita tentang “rumah” dan “keluarga” baruku. Duh, kepanjangan ya pembukaannya? Berasa pidato kenegaraaan 😀

 

“Kelas Inspirasi Semarang 1”

Inilah yang membuatku gagal move on. Hari ini adalah hari refleksi, sebuah acara penghujung dari seluruh rangkaian Kelas Inspirasi. Rasanya campur aduk. Bahagia dan sedih bercampur jadi satu. Bahagia karena telah menjadi bagian dari acara keren ini. Sedih kala harus menerima kenyataan bahwa hatiku terpaut di sini, di Kelas Inspirasi, terutama di kelompok IV.

Awalnya kami malu-malu saling berkenalan, lambat laun mulai terbuka, dan sekarang kami saling merindukan. Lebay? Ah, kurasa tak berlebihan. Pernahkah mendengar bahwa bergaul dengan orang-orang “sealiran” selalu lebih “klik” dan nyambung? Yuk, coba dalami apa yang disukai, kemudian masuklah ke komunitasnya, dan rasakan perbedaannya. Kamu akan selalu merindukan mereka, orang-orang yang “klik” denganmu.

Berasal dari berbagai macam profesi dan latar belakang berbeda inilah yang merekatkan. Kami memang bukan orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Kami hanyalah segelintir orang yang ingin berbagi cerita tentang profesi. Tak usah muluk-muluk, semoga apa yang kami bagikan bisa mendapat tempat di hati adik-adik kami. Juga kepada guru-guru di mana tempat kami berbagi.

Sulit kujelaskan mengapa aku sangat bersedih hari ini. Seperti ada yang hilang. Apa aku masih terkontaminasi euforia Kelas Inspirasi? Mungkin! Yang jelas tak akan ada lagi pertemuan heboh berjam-jam, tak ada lagi gonta-ganti jadwal, colekan fasil, lembur motongin kertas, menjadi artis dadakan, rumpian heboh tentang ini itu. Walau grup wasap dan fb nggak akan ditutup tapi rasanya tetep beda. Jarak dan kesibukan masing-masing juga membuat kami tak leluasa bertemu setiap saat. Hiks.

Aku, sebagai tukang tebeng di berbagai komunitas merasakan Kelas Inspirasi ini berbeda. Dia sukses menyita perhatian dan menyelinap lembut di hati. Sekali lagi aku ingin bilang bahwa inilah yang namanya “klik”. Misi yang sama jugalah yang membuat hatiku tak rela acara ini berakhir. Rasanya ingin ada KI Semarang 2 segera! *dijitak panitia 😀

Apalagi usai Hari Inspirasi, Mbak Fajar yang sudah berkali-kali ikut acara ini bilang bahwa kelompok ini ngangenin. Sampai grup wasap aja ditambahin belakanganya “ngangenin”. Hahaha. Belum lagi pengakuan beliau yang membuatku terharu dan gagal move on. Lelah usai mengajar marathon langsung menguap seketika. Ah, kapan lagi bisa jumpa? Rumpian hangat kita nggak akan ada matinya, kan?

Tak bahagiakah kamu jika menjadi bagian dari sesuatu yang kamu sukai? Aku bahagia! Aku bahagia bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Aku juga bahagia bisa punya keluarga baru, kelompok IV. Rasanya ada semangat untuk bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi lagi. Walau harus pandai-pandai menyelipkan persiapan diantara rutinitas tapi menjadi kepuasan tak terkira. Membuncah bak air bendungan. Sulit jika harus dituliskan. Jika penasaran ayolah coba cuti sehari dan rasakan. Kau akan ketagihan. Seperti keluarga baruku yang sukses nangis guling-guling pas tahu KI Semarang 1 telah usai. Bahkan kami bersemangat menyambut KI Semarang 2. So, bagaimana panitia? Hihi

Beribu terima kasih mungkin tak cukup untuk dua fasil luar biasa, Mbak Aisyah dan Mas Falan. Peran mereka berdualah yang membuat kelompok kami menjadi solid. Nggak pernah bosen ngeramein grup alias nyolek-nyolek ngingetin. Walau udah nggak fasil, kita tetep keluarga, kan? Mari ramaikan grup dengan rumpian heboh! Kangen!

Untuk relawan pengajar, Mbak Fajar, Mbak Indri, Mbak Dian, Mbak Lulu, Mbak Lutria, Mbak Dala, Mbak Putri, Mas Imam, Mas Tito dan Pak Ady, terima kasih atas semuanya. Nggak tau harus ngomong apalagi. Seneng, bahagia bisa berjumpa dan berkenalan dengan kalian semua. You’re so inspiring! Khusus Pak Ady, terima kasih sudah mengingatkan saya untuk terus belajar mendongeng. Saya jujur terharu kala Bapak bilang bahwa saya punya passion di sini 🙂

Para relawan fotografer dan videografer, Mas Hanif, Mas Husnil, Mas Choirul dan Mbak Vivi, jangan lupa loh perjanjian awal, foto dan video yang tampil adalah wajah kece kita-kita. Hahaha. Terima kasih udah sabar ngeladenin para relawan pengajar yang narsisnya ampun *uhuk*. Kapan nih ngajarin kita-kita motret? Atau motret kita saja? Hehehe 🙂

Dan untuk panitia KI Semarang 1, selamat atas suksesnya acara ini. Para relawan panitia sungguh luar biasa. Tanpa kalian apalah jadinya acara ini. Tanpa acara ini pula, kami tak akan pernah mengenal dan mempunyai keluarga baru. Terima kasih sekali lagi. Segerakan KI Semarang 2, ya! Yang pada gagal move on udah pada siap daftar nih 🙂

Mimpimu, mimpiku, mimpi-mimpi anak Indonesia!

 

Biar semangat, nyanyi aja yoookkkk!!! Mari bergandengan tangan! Satu dua tiga!

Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi

 

Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita

 

Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

 

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu

 

Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

 

NB : Curhatan random orang yang gagal move on. Mohon maklum jika bahasa dan penyampaiannya juga random. Sekian *matiin mic*

Salam,
@tarie_tar

 

=========================
Ditulis 29 September 2014
Penulis : Lestarie
Sumber foto : milik Lestarie, Pak Ady, Mbak Aisyah, Mbak Dala
Sumber tulisan asli : link

(Visited 130 times, 1 visits today)
MARI BERBAGI :

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *