Assalamualaikum wr wb,

Hai…., jawab donk. Halo…., jawab donk plis.
Menyapa anak-anak membuat saya bersemangat pagi ini.
Eh belum kenalan. Nama saya Wachid Choirul Amin panggil saja Wahid. Saya fotografer walaupun masih belajar, hihi.

Awalnya saya tahu kelas inspirasi dari instagram dan ada teman saya bernama Ike Purwaningsih yang ikut di Kelas Inspirasi Semarang 2 dan 3. Dia adalah Koordinator Kelas Literasi Taman Lentera tempat saya belajar dan bermain dengan anak-anak di tiap hari sabtu di daerah Kalialang Lama Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Alhamdulillah Allah meridhoi saya tertarik dengan dunia anak, termasuk juga ketika mendengar tentang kelas inspirasi.

Lalu saya mencoba mendaftar tapi sebagai fotografer bukan pengajar, kenapa? Karena saya ingin tahu terlebih dahulu bagaimana ruh dan tujuan kelas inspirasi ini. Pertanyaannya kan ada modul dan website untuk mengerti? Bagi saya tidak cukup. Karena bagi saya, pendidikan anak harus diperhitungkan secara detail sehingga kita dapat bermanfaat bagi anak Indonesia.

Tapi Allah berkehendak lain saya harus menjadi keduanya, menjadi pengajar dan fotografer. Hal ini terjadi karena ada relawan pengajar  yang ijin tidak bisa ikut alias mengundurkan diri. Jadi saya menggantikan, walau hanya satu jam pelajaran. Saya mendapat kesempatan mengajar di kelas 2 di jam pertama. Setiap pengajar berkesempatan mengajar selama 35 menit dalam satu kelas. Saya memulai dengan berkenalan. Dengan menanyakan kepada anak-anak, kira-kira Bapak berasal darimana? Banyak dari anak-anak yang menjawab Jakarta. Entah mengapa bisa menebak seperti itu, dan terakhir ada yang menjawab Semarang. Jawaban terakhir yang benar.

Kemudian saya menjelaskan bagaimana pekerjaan saya dan terakhir anak-anak suit yang menang berkesempatan memfoto temannya dengan kamera DSLR dan lampu studio yang saya bawa. Ini sangat luar biasa, masih teringat sampai sekarang dan rasa kebahagiaannya masih terasa. Berkegiatan dengan anak adalah bab hati atau kolbu karena mereka yang tidak memakai hati pasti akan tidak jadi ikut.

Ada satu lagi cerita menarik saat saya mendokumentasikan kegiatan sahabat pengajar. Mengapa saya menyebut “sahabat”? Karena kami dalam satu kelompok, tiba-tiba mempunyai sahabat baru. Walau baru bertemu, tetapi kami layaknya sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu. Sahabat saya ini, mempunyai pola pengajaran yang unik. Menurut hampir sebagian teman, cara mengajarnya dengan menghipno anak-anak agar diam. Sampai-sampai nih ada kata-kata yang keluar yaitu, kalau semuanya mau dengar maka semuanya harus diam. Maknanya adalah apa yang akan didengar jika semua diam. Benar juga kan ya….Maka ketika hal ini kami ceritakan kepada sahabat relawan di kelompok 16 semua tertawa.

Ada lagi cerita dari seorang sahabat relawan pengajar. Ketika dia masuk salah satu kelas, dia bilang kepada anak-anak, kalau ada yang ramai nanti bapak samperin untuk mencet tensi. Jadi semua yang ramai disamperin disuruh mencet alat tensi.

Begitulah cerita saya sebagai fotografer dan pengajar walaupun satu kelas. Hehehe….

Thank for Allah, thanks for Kelas Inspirasi Semarang

Catatan terakhir marilah kita menabung kebahagiaan lewat menginspirasi anak Indonesia agar diri kita menjadi manusia yang baik yaitu manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Wassalamualaikum wr wb

=============
Ditulis 5 Oktober 2017
Penulis : Wachid Choirul Amin – Fotografer (Relawan Fotografer SDN Nyatnyono 01)

MARI BERBAGI :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *