SEKILAS TENTANG KELAS INSPIRASI (KI)

Kelas InspirasiBermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi pada pendidikan Indonesia, lahirlah konsep Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang diharuskan cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar anak-anak SD, yaitu pada Hari Inspirasi.

Kegiatan Kelas Inspirasi yang pertama diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April 2012. Para profesional diajak untuk menceritakan mengenai profesinya. Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita, serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar. Bagi para profesional pengajar, Kelas Inspirasi dapat memberi pengalaman mengajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi nyata dan aktif terhadap perbaikan masa depan bangsa. Interaksi antara para profesional dengan siswa dan guru SD diharapkan dapat berkembang nantinya menjadi lebih banyak gagasan dan kegiatan yang melibatkan kontribusi kaum profesional.

Kelas Inspirasi merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.

Kelas Inspirasi Semarang adalah sebuah inisiatif lokal dari alumni relawan pengajar Kelas Inspirasi di beberapa kota yang ingin berkontribusi di dunia pendidikan khususnya Kota Semarang. Berangkat dari semangat ini, Kelas Inspirasi Semarang telah terselenggara sebanyak tiga kali :

  1. Kelas Inspirasi Semarang #1 : diselenggarakan pada tanggal 25 September 2014 di 13 SD.
  2. Kelas Inspirasi Semarang #2 : diselenggarakan pada tanggal 14 September 2015 di 14 SD.
  3. Kelas Inspirasi Semarang #3 : diselenggarakan pada tanggal 19 September 2016 di 24 SD.

TUJUAN DASAR KELAS INSPIRASI

Kelas Inspirasi merupakan aktivitas belajar semua relawan dalam mengenalkan beragam profesi.

Kegiatan ini dibangun dengan 3 tujuan sederhana :

  1.  Menyediakan media untuk kaum profesional meraba, menyentuh dan merasakan langsung tantangan pendidikan di sekolah serta memantik mereka untuk terus terlibat langsung dalam ikut membangun kemajuan pendidikan secara konkrit.
  2.  Menyediakan wahana bagi guru, kepala sekolah serta pemangku kepentingan lain di sekolah untuk membangun jejaring dengan kalangan yang luas yang dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan demi kemajuan sekolah.
  3.  Menyediakan kesempatan bagi siswa-siswa untuk belajar dan membangun imajinasi tentang profesi dan karir di masa depan serta juga memperkuat rasa percaya diri dan tekad untuk terus berjuang mencapai cita-cita.

7 SIKAP DASAR KELAS INSPIRASI

Menyaksikan kerja keras dan perjuangan para pegiat Kelas Inspirasi serta para guru dan kepala sekolah yang terlibat di dalamnya, maka di bawah ini dirumuskan pelajaran tentang sikap dasar terbaik agar kegiatan dan tujuan Kelas Inspirasi dapat tercapai.

Ada 7 sikap yang selalu terlihat di antara pegiat Kelas Inspirasi.

1. SUKARELA
Semua pihak yang terlibat mengikuti kegiatan ini dengan penuh kerelaan hati. Mereka terlibat tanpa paksaan, baik sekolah maupun relawan/pegiatnya.

2. BEBAS KEPENTINGAN
Kegiatan ini bebas dari relasi dengan institusi perusahaan/lembaga tempat pegiat bekerja, relasi dengan motif pemasaran perusahaan dan berbagai kepentingan non-pendidikan yang tidak relevan. Satu-satunya kepentingan yang ada adalah demi masa depan anak-anak Indonesia.

3. TANPA BIAYA
Tidak ada biaya, baik yang dipungut dari relawan, sekolah atau siapapun. Tidak juga melibatkan pendanaan dari perusahaan atau lembaga lain. Satu-satunya pendanaan yang mungkin hanyalah iuran relawan/pegiat.

4. SIAP BELAJAR
Bersikap terbuka dan saling belajar, baik sekolah, pegiat/relawan dan semua pihak yang terlibat. Relawan terbuka belajar khususnya bagaimana mengajar di depan kelas, sekolah juga terbuka dengan masukan dari relawan khususnya tentang penyelenggaraan kegiatan ini.

5. TERJUN LANGSUNG
Para pegiat dan juga pihak sekolah selalu siap terjun langsung, fokus pada aksi dan dampak bagi siswa dan kemajuan sekolah. Kesiapan turun tangan juga dibuktikan dengan siap mengambil cuti pada hari H dan siap berkorban menyiapkan berbagai hal sebelum hari H.

6. SIAP BERSILATURAHMI
Relawan dan sekolah terbuka dan saling rendah hati dan tulus untuk terus menjalin silaturahmi demi kemajuan sekolah dan pendidikan.

7. TULUS
Semua pihak percaya bahwa ini bukan tentang diri relawan, bukan tentang para pengurus sekolah tetapi demi anak-anak Indonesia yang akan lebih percaya diri dan siap berjuang menyongsong cita-cita mereka.

 

MARI BERBAGI :