Dear Temans,

Alhamdulillah, 19 September lalu daku mengikuti Kelas Inspirasi Semarang 3. Dakuw kebagian Sharing bersama Kelompok 23 di Madrasah Ibtidaiyah Khusnul Khatimah di Rowosari, Tembalang.

Ketika mendengar daerah Tembalang, dakuw lega karena masih di daerah Semarang atas, tak begitu jauh dari Ungaran. Oh, really?

Ini kali kedua dakuw ikut Kelas Inspirasi Semarang, yang pertama tepat dua tahun lalu, 2014. Keseruannya melekat lama, hore-hore hingga suara serak dan ilang bersama anak-anak dan bikin aku rada kapok  mengajar lagi. Ternyata tak mudah jadi ibu guru ya, wkwk..

Tahun ini, dakuw nggak niat daftar. Sedang banyak deadline dan tidak minat uji nyali. Tapi, di hari terakhir suami sahabatku colek-colek di grup cari relawan. Akhirnya menjelang injury time, aku mendaftar. Hihi..

Bismillah.

Pas Hari Briefing, dimana kita diundang untuk diajarkan teknik Sharing dan berbaur dengan kelas, berkenalan dengan anggota kelompok kita, dakuw nggak bisa hadir. Kami jadi tuan rumah reuni SMP suami.

Rapat-rapat kelompok pun aku belum bisa merapat. Hiks, maafkan dakuw ya teman-teman. Pas banget lagi ada event blogger dimana daku jadi pj acara. Akhirnya, miting pun via grup Watsapp. Merencanakan kegiatan pembukaan dan penutupan.

Daku sempat mau bantu bikin bintang untuk tanda pengenal dan tadaa, hari Minggu aku bikin dengan Nailah dan gagal! Huhu. Untungnya, teman-teman bikin banyak jadi bintang cukup untuk 230-an anak di MI Khusnul Khatimah.

Hari H,

Aku janjian pukul 06.00 untuk berangkat bersama rombongan di Pom Bensin UNDIP. Olala, Go-Jek nya lama. Akhirnya, aku berangkat sendiri naik Go-Jek ke TKP. Ya ampun, ternyata jaraknya sekitar 12 km dari Terminal Banyumanik. Ongkosnya 24 ribu. Jauh yaa!

Lumayan encok juga naik motor kesana. Menuruni Sigar Bencah, melewati Meteseh. Ternyata Tembalang luas, yo. Hujan semalaman bikin jalanan kayak arena road Race, beceek! Dan kami nyasar. Untungnya, pak Go Jek baik hati dan sama-sama orang Ungaran. Ia mau mengantar hingga TKP. Padahal pas order aku hanya menuliskan alamat jalan raya Rowosari saja.

Sampai di TKP, upacara bendera sedang berlangsung. Lega deh bisa touch down juga. Mulai deg-degannya mau Sharing dengan anak SD. Kami memulai dengan perkenalan lalu senam bersama dengan lagu Sherina, hihi aseeek! Keren deh Mas Sawab dan Retno bisa memimpin senam dengan kompak. Latihan berapa lama tuh? Hihi.
Kelompok 23 beraneka ragam profesi dan latar belakangnya. Keren kan, Kelas Inspirasi Semarang bisa mengumpulkan kami?

Ada Hani Riani pegawai PLN, Retno Ika pegawai Bea Cukai, dokter, Mas Sawab perangkai bunga dan dekorator, Erna Setianingrum relationship officer BNI, Dokter Umi Qulsum kepala puskesmas, Enggina Tenis Senior Technical Sales Representative, Melissa Fitri staf HRD, Nurdiah staf Finance, Mas Rosid polisi.

Ada Nurudin dan Huda yang mahasiswa, Mas Samsul fotografer, Mbak Cahya. Ada Kidung Paramadita yang pekerja seni tapi sayang tidak bisa gabung karena ada pekerjaan mendesak. Seru! Akhirnya, daku bisa bertemu teman-teman baruku yang rame.

Hari itu, daku dapat 5 kelas yaitu kelas 1, 2, 3, 4, dan 6. Gubrak, dulu pas KI 1 pada stres mau mengajar kelas 1 yang heboh. Alhamdulillah, dakuw bisa Sharing di kelas lumayan lancar. Senjata nya ya, buku cerita yang kubawa dibacakan buat mereka. Majalah Bobo juga. Terus kuajak menulis cita-cita dan hobi. Eh, ada yang nangis karena baru bisa menulis namanya. Maafkan hu guru yaa..

Alhamdulillah, ternyata pengalaman roadshow mengajar anak SMP dan SMA bersama Telkomsel dan Faber Castell kemarin bikin aku nggak demam panggung lagi sharing tentang menulis. Thank u Allah, akhirnya aku bisa sembuh dari penyakit meriang kalau tampil di depan umum selama ini.

Masuk kelas 3, ramai banget pada minta istirahat. Ada juga yang minta Mas Sawab, perangkai bunga yang masuk kelas, jangan daku huhu ditolak eyke.

Setelah baca dongeng, dan cerita tentang profesi penulis sebentar, mereka meminjam buku-buku yang kubawa dan asyik baca bareng dengan suara keras. Mulai rusuh, ada yang minta gendong, ada yang cerita kalau pengen jadi pembalap motor trail haha..

Sayang, mereka punya perpustakaan hanya isinya buku pelajaran saja. Tak ada buku cerita. Hiks. Ada anak yang tadinya mojok, ngga mau ikut mendongeng, setelah Mbak Cahya ajak ngobrol akhirnya cair dan minta difoto hihi. Kami pun wefie rame-rame. Gemesiiiin..

Di kelas 4 dan 6, anak-anak tertib sekali. Di kelas ini baru bisa sharing tentang penulis dengan lengkap. Kutunjukkan buku dan cerita karya penulis cilik dan mereka antusias. Kuajak menulis cerita lucu pengalaman mereka sekaligus menggambar.

Kali ini aku menggunakan teknik yang kudapat dari Bu guru di sekolahku saat KI 1, jangan pernah berteriak, suara kalian akan habis karena suara anak-anak akan makin tinggi. Benar juga, ya? Suaraku, Alhamdulillah kali ini ngga ilang deh.

Di kelas sebelah, ada yang berantem hingga diselamatkan oleh Mas Nurudin, si Anang dari Jatim, yang jadi videografer kami hari itu. Terpaksa digendong keluar kelas. Belum lagi pekikan anak-anak. Fiuh, anak SD emang luwarbiyasak ya. Salut buat Bapak Ibu guru.

Nggak terasa, kelas berakhir. Kami siap-siap untuk penutupan. Anak-anak bergantian menempel kan tangan mereka yang berlumuran cat di spanduk, lalu kami tuliskan nama dan cita-cita mereka. Terharuu!

Setelah acara selesai, kami diajak makan siang oleh Pak kepala sekolah yang ganteng hihi.

Pulangnya, kami pun piknik ke Brown Canyon yang letaknya tak jauh dari sekolahan. Terpuaskan juga akhirnya rasa penasaran ku. Wkwk..cerita lengkap tentang Brown Canyon bisa diintip di www.semarangcoret.com yaa. Alhamdulillah, senang banget hari itu bisa dapat saudara baru, berinteraksi dengan anak-anak dan para guru. Komplet banget! What a Priceless moments.

 

 

===============================================
Ditulis 3 Oktober 2016
Penulis : Dewi Rieka Kustiantari
Sumber foto : milik Dewi Rieka Kustiantari, Samsul
Sumber tulisan asli : link

 

MARI BERBAGI :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *