OATMIL…Obrolan Asik Tiap Pagi, Bareng Mas Jamil, chiisssssss!!“, teriak MC sambil menyilangkan tangan dengan telunjuk di mukanya. Sebuah acara yang tayang di TVKU Semarang setiap hari Senin – Jumat dari pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Saat itu pagi di hari Jumat, kita (aku dan Ganang) dari tim divisi sosialisasi Kelas Inspirasi Semarang mendapatkan sebuah kesempatan untuk bergabung sejenak dan bercanda tawa dengan mereka. Sesuatu yg aku sesalkan saat sudah sampai di lokasi adalah aku lupa menggunakan sepatu untuk syuting! Hanya sepasang sandal jepit yang menjadi alas. Rasanya benar-benar malu dan sungkan hanya untuk bilang, “mas aku lupa pake sepatu, hehehe.” Tapi, akhirnya aku bilang juga dan masnya pun membantu dengan agak terpaksa sedikit, mungkin dalam hatinya berkata, “yaelah masss masss nambah kerjaan aja.

Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya kru disitu mulai memasangkan sebuah clip on di kerah kaosku. “Deg…deg deg…deg deg…deg“, begitu suara jantungku yang berdetak lebih keras tiba-tiba. Kumantapkan kaki melangkah ke panggung dimana beberapa kamera dan lampu sorot mengekspose kami. “Begini ya, rasanya berada di depan kamera, hehe.”, gumamku dalam hati.

Bersiap….1…2…3.”, Sambil petugas melambai pertanda siaran akan dimulai. “Akhirnya dimulai juga.”, gumam hatiku. Pagi itu Mas Jamil membuka sesi perbincangan itu dengan penuh canda dan tawa. Dimulailah pertanyaan-pertanyaan seputar Kelas Inspirasi Semarang. Pertanyaan pertama dan utama dari dia adalah “Apa sih Kelas Inspirasi Semarang itu?”. Mudah saja aku jawab, “Sebuah gerakan yang diciptakan untuk menginspirasi anak-anak kecil dari SD di kota Semarang tentang sebuah pekerjaan apapun yang sangat beragam di luar sana, maka dari itu di dalam gerakan ini kita mengajak para professional untuk meliburkan diri satu hari demi menginspirasi anak-anak.”

Selama siaran berlangsung, Mas Jamil dengan partnernya sungguh sangat ceria dan sering membuat lelucon-lelucon di tengah pertanyaan atau jawaban. Akhirnya, tidak jarang aku ikut terbawa suasana yang penuh canda dan tawa itu, hingga aku menjawab pertanyaan dengan jawaban yang ngawur sedikit. Salah satunya ketika ditanya, “Mas Hakim, saya penasaran, bagaimana KIS ini membiayai gerakannya?”. Aku pun menjawab dengan entengnya, “Kita berdoa kepada Allah SWT, mas.”, ucapku sambil senyum-senyum. Lalu Mas Jamil dan temannya sempat terdiam beberapa saat, karena mungkin jawabanku terlalu diluar dugaan mereka. “HAHAHA, bodohnya aku, aku kan seharusnya menjawab dengan serius ya, kalau seperti ini jawabanku bisa membuang-buang waktu dalam satu segmen, hahaha.”, ucapku dalam hati.

Selain itu juga ada pertanyaan yang sebenarnya aku tidak tahu secara pasti jawabannya tapi hanya mampu memisalkan logikanya. Pertanyaannya seperti ini, “Mas, KIS ini kan sudah berjalan selama 4 tahun ya, kira-kira panitia atau relawannya sudah berapa ya mas?”, tanya Mas Jamil. Aku menjawab, “Mas tahu kan bintang di langit itu seperti apa, jumlah panitia atau relawan kita itu seperti bintang tersebut, saking banyaknya sehingga susah untuk dihitung,” ucapku sambil tertawa. Lagi-lagi mereka hanya terdiam dan terpana mendengar jawabanku. Tapi, setelah itu aku memberikan tambahan penjelasan bahwa panitia maupun relawan hampir tiap tahun selalu berubah dan bertambah, sehingga jika dijumlahkan akan sangat banyak sekali, berhubung aku baru tahun ini menjadi panitia, sehingga jumlahnya pun tidak begitu aku ketahui.

Begitulah kira-kira perbincangan penuh canda kami selama dua segmen siaran. Dilanjutkan dengan pengumuman kepada para pemirsa yang ingin mendaftar sebagai relawan bisa klik ke kelasinspirasisemarang.org dan tak lupa kita mengikuti gaya mereka untuk ber-chiisssssss ria bersama. Dan kita akhiri dengan berfoto bersama di studio.

 

Penulis :
Abdul Hakim Nurmaulana

Sumber foto :
Dokumentasi Kelas Inspirasi Semarang

 

(Visited 56 times, 1 visits today)
MARI BERBAGI :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *