Ekspresi antusiasme anak SD N Penggaron Kidul (Photo By Arief Kuswanadji)

Sedu Sedan Relawan Fasilitator

Relawan Panita, menjadi bagian yang tidak terpisahkan keberadaannya dalam rangkaian kegiatan Kelas Inspirasi.  Mereka adalah orang-orang yang melakukan persiapan lebih lama dan panjang dari relawan lainnya, dan ini adalah pengalaman pertama saya sebagai relawan panitia sekaligus sebagai fasilitator Kelas Inspirasi Semarang. Awal mula saya mengenal komunitas ini dari seorang teman saya yang sangat menyukai kegiatan sosial. Walaupun saat mendaftar temen saya sudah pulang ke kampung halaman di Papua, tak menyurutkan niat saya untuk mendaftarkan diri karena kecintaan dan kekaguman saya terhadap anak-anak.

Selama kurang lebih 5 bulan bersama para relawan panitia lainnya mempersiapkan hari inspirasi yang di selenggarakan tanggal  1 September 2018 agar hari inspirasi  berjalan dengan lancar dan berkesan. Bertemu orang baru, teman baru atau bahkan keluarga baru. Tak mudah memang membaur dengan mereka yang sudah berpengalaman dalam organisasi ini. Butuh waktu yang cukup lama untuk membangun sebuah chemistry dalam komunitas ini. Tapi yang saya tahu, saya sudah diterima di sini itu artinya sudah siap untuk berkomitmen dan bertanggung jawab atas terselenggaranya hari inspirasi.

Garage Sale Stadion Diponegoro Semarang (Photo By Huda Zada)

 

Saya tersenyum saat menulis artikel ini, mengingat kembali berbagai hal yang telah kami lakukan untuk melakukan semua persiapan hari inspirasi. Mulai dari meet up sore sampai malam, membagi waktu antara bekerja dan berkotribusi dengan mereka, berkendara jauh untuk survey lokasi Sekolah Dasar yang akan menjadi target kami di hari inspirasi, mensosialiasikan kelas inspirasi semarang di CFD (Car Free Day), angkut donasi kesana kemari, sampai bangun pagi buta untuk bisa mengkompulir dana dengan garage sale di stadion diponegoro belum lagi harus panas-panasan dan tawar menawar harga dengan ibu-ibu di sana.

Komunikasi dan koordinasi adalah bagian penting dalam kelancaran Hari Inspirasi. Nah, saat penerimaan relawan mengajar dan dokumentator, kami diwajibkan untuk membuat group chat sebagai alat komunikasi dan koordinasi. Sebagain besar atau bahkan semua anggota dari gorup (kecuali fasilitator) tidak mengenal satu sama lain. Lalu, bagaimana kalau komunikasi dan koordinasi kita dengan orang yang baru dikenal dan hanya via chat? Kebayang ngga susah dan ribetnya bikin mereka ikut terlibat dan bertukar pikiran? Ada yang tau gimana rasanya chat cuma di read dan ngga dikasih feedback? (sakitnya tuh di sini, hahaha) Ngga cukup sampai situ aja, ada hal yang tidak kalah seru dan mendebarkan lainnya sebelum hari inspirasi terlaksana yaitu melihat beberapa relawan pengajar dan dokumentator yang berguguran karena ketidak sesuaian jadwal yang mereka miliki dengan hari inspirasi (bahkan sampai dengan hari H pun masih ada yang berguguran, kebayang ngga tuh? Udah kaya gunung meletus kali ya paniknya).

Ekspresi antusiasme anak SD N Penggaron Kidul (Photo By Arief Kuswanadji)
Ekspresi antusiasme anak SD N Penggaron Kidul (Photo By Arief Kuswanadji)

Tapi terlepas dari semua hal itu (yang disebutin di atas), saya merasa mendapatkan jackpot saat Hari Inspirasi terlaksana dengan lancar (yaaah anggap saja lancar, walaupun sebeneranya masih ada drama dipagi hari. Entah itu property masih perlu finish-ing, lagu yang akan dipakai disaat acara pembukaan belum ada atau relawan mendadak mengundurkan diri dan masih ada hal tak terduga lainnya). Tapi, semua terbayar ketika melihat anak-anak Sekolah Dasar antusias dengan kedatangan kami. Melihat wajah berseri mereka membuat saya dan relawan lainnya tak patah semangat. Mungkin tawa dan senyum mereka yang membuat saya dan relawan lainnya selalu kagum dengan mereka. Senyum yang begitu ikhlas, ekspresi yang begitu alami tanpa dibuat-buat membuat saya dan relawan lainnya merasakan sebuah ketulusan.

 

Ditulis oleh : Danti/Relawan Panitia Kelas Inspirasi Semarang 5